Metro tv kembali membuat ulah dengan memasukkan organisasi Wahdah
Islamiyah, beserta ketua umumnya yaitu Dr. Zaitun Rasmin sebagai jaringan
teroris di Indonesia.
Perlu diketahui, selain menjabat sebagai ketua umum Wahdah
Islamiyah, Dr. Zaitun Rasmin juga aktif sebagai Wasekjend MUI Pusat dan Ketua
Ikatan Dai Asia Tenggara. Beliau juga pernah diundang sebagai narasumber dalam
program Indonesia Damai di TV One dan Cahaya Hati ANTV.
Jika beliau memiliki track record sebagai pelaku terorisme
atau memiliki pemahaman teroris, maka bagaimana mungkin beliau bisa menduduki
jabatan penting di MUI.
Metro TV memang sembrono dalam mengeluarkan berita, apalagi
jika itu berkaitan dengan umat Islam. Apakah karena penonton Metro TV yang
semakin sedikit, sehingga harus mencari sensasi untuk meningkatkan rating. Seringnya,
oleh Metro TV, umat Islam dijadikan
sasaran kesalahan atas setiap peristiwa kekerasan yang terjadi di negeri ini.
Apakah Metro TV diisi oleh redaktur-redaktur somplak yang
tak mampu melakukan riset sebelum menerbitkan sebuah berita. Begitu mudahnya
menuduh seseorang tanpa disertai dengan bukti yang valid dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Wahdah Islamiyah merupakan ormas Islam yang lahir di
Makassar, Sulawesi Selatan. Ormas ini tak beda dengan ormas lainnya di
Indonesia, seperti Muhammadiyah, NU, atau Persis yang fokus kegiatannya adalah
dakwah, pendidikan, dan sosial. Tujuan didirikannya Wahdah Islamiyah bukanlah
untuk membuat onar, apalagi menebar teror ke seantero negeri. Wahdah Islamiyah
didirikan untuk menebarkan kebaikan, mengajak umat muslim untuk kembali ke
agamanya, menjalankan syariat-syariatnya, dan turut membantu sesama, semisal
anak yatim dan fakir miskin.
Oleh karenanya, begitu berbahayanya tuduhan Metro TV yang
memasukkan Wahdah Islamiyah dan ketua umumnya, Dr. Zaitun Rasmin, sebagai
jaringan teroris nasional. Karena dengan tuduhan itu, tentu akan merusak citra
Wahdah Islamiyah sebagai lembaga sosial dan dakwah, dan Dr. Zaitun Rasmin
sebagai seorang dai. Maka dengan berita bohong itu, Metro TV sudah melakukan
pembunuhan karakter!
Apakah Metro TV sedang merasa kebal hukum, karena sang owner
berada dalam lingkar kekuasaan RI 1, sehingga begitu mudahnya menayangkan
berita sembrono. Seharusnya Metro TV tahu diri dengan segera meminta maaf
kepada Dr. Zaitun Rasmin atas pemberitaannya yang berbau hoax itu.
Tapi yang lebih menarik tentu jika redaktur berita Metro TV
berani berdebat dengan petinggi-petinggi Wahdah Islamiyah untuk
mempertanggungjawabkan tuduhan mereka yang menyatakan bahwa Dr. Zaitun Rasmin
dan organisasinya, Wahdah Islamiyah, termasuk jaringan teroris nasional. Berani
dengan tantangan ini? Jika mereka berani mempertanggungjawabkannya dengan
berdikusi atau berdebat langsung dengan petinggi Wahdah Islamiyah, apalagi
disiarkan oleh Metro TV sendiri, tentu patut diacungi jempol. Namun rasanya itu
hanyalah mimpi.
0 comments:
Post a Comment